[Web Review] Ajang Penghargaan Website Terbaik: Webby Awards

Webby Awards
http://www.webbyawards.com

Oleh: A. Sudjud Dartanto

Situs ini memanjakan kita dalam melacak website yang dianggap baik dari segi disain hingga isi yang dikelola oleh The International Academy of Digital Arts and Sciences. Mulai dari situs bisnis hingga seni.

Di volume 11 lalu, Surat YSC menurunkan tulisan tentang lembaga seni online, Multimedia Art Asia Pasifik (www.maap.org.au). Dalam situs itu, diberitakan situs seni Young Hae Chang (www.yhchang.com), terpilih menjadi salah satu peserta festival online art yang diselenggarakan oleh maap.org.au. Selain itu Chang sebenarnya juga mendapat anugerah website terbaik dalam kategori seni dari http://www.webbywards.com. Situs ini memang bertujuan untuk memperlihatkan pada publik (internet user) nominasi dan pemenang website-website terbaik. Coba geser perhatian Anda pada kolom kanan, disitu dapat disaksikan 27 daftar klasifikasi situs, antara lain Activism, Broadband, Commerce, Education, Film, Games, Humor, Kids, Living , Music dan Arts.

Pemilhan website bagi webbyawards dilakukan dengan dua pihak yaitu The People’s Voice Awards , sebuah penjurian yang ditentukan oleh publik dan tim juri Webbyawards yaitu Tiffany Shlain, Spencer Ante, and Dave Skaff yang tergabung dalam The International Academy of Digital Arts & Sciences dengan Maya Draisin sebagai direkturnya. Jadi tak heran kalau pemenang yang diumumkan ada dua versi seleksi sekaligus.

Soal navigasi dan disain website ini tertata dengan rapi dan Shlain, desainer web ini nampaknya berhasil membuat struktur hyperlink jadi user akan mudah dalam mengakses. Tidak hanya aktif di dunia maya, pada dunia ‘nyata’ pengelola webbyawards pun aktif menyelenggarakan acara-acara anugerah webbyawards yang lumayan glamour seperti layaknya Grammy awards atau MTV awards, seperti yang telah berlangsung 18 Juli 2001 lalu dalam The 5th Annual Webby Awards di San Francisco’s War Memorial Opera House.

Bila Anda mempunyai website yang layak untuk untuk dikompetisikan, segera langsung bisa Anda daftarkan di kolom call for entries pada website yang di sponsori antara lain oleh Intel, artbyte, international data group dengan mitra Pricewaterhousecoopers, audiovisualheadquarters ini.

Awal yang sederhana

Webbyawards.com ini bermula dari seorang editor, Greg Mason, yang ingin membuat versi online majalahnya – The Web . Yang pada akhirnya berhasil direalisasikan oleh disainer web, Tiffany Shlain pada Juni 1999. Perkembangan situs ini cukup pesat tidak hanya berhasil diliput oleh puluhan stasiun TV dan Media, khususnya di Amerika dan Eropa tapi juga mendapat respon lebih dari 40.000 ribu user yang berpartsipasi memilih website pemenang. Beberapa orang terkenal terlibat sebagai anggota dari The International Academy of Digital Arts and Sciences seperti Francis Ford Coppola, sutradara film terkenal, Esther Dyson, kreator film kartun “The Simpsons”, Bjork, David Bowie penyanyi dunia dan lain-lain.

Sistem penjurian bagi website lumayan cukup ketat, ada enam kriteria yang disyaratkan yaitu, isi, disain visual, interaktivitas, fungsionalitas dan keseluruhannya – plus sebuah kemampuan website yang tak terlihat (intangible). Mereka sendiri nampaknya berupaya untuk obyektif dalam penilaiannya, hingga situs terkenal seperti abc.com, yahoo.com dan lain-lain tetap tak luput dari penilaian mereka. Di Indonesia, situs kompetisi ini juga ada semisal, http://www.master.meb.id, sebuah situs yang secara berkala memajang website terbaik plihannya tiap minggu.

Pemenang website kategori seni

Ribuan situs yang ada di internet memang menjadi keasikan tersendiri bagi kita, webbyawards.com hanya salah satu sarana yang memudahkan akses kita terhadap situs yang baik antara lain dalam segi disain dan isi. Pengalaman saya waktu membuka situs terleseksi pada kategori seni cukup menggagetkan, karena pemenang situs sekilas nampak sederhana. Ini saya bandingkan dengan situs dalam kategori komersial misalnya, yang sarat dengan ikon dan sangat colorfull, pada website seni dibalik kesederhanaannya , nampak detail tertentu dalam urusan script. Bukan visualitasnya yang diraih akan tetapi tim juri nampaknya memperhatikan tools yang dimiliki oleh software perancangan website dimanfaatkan secara maksimal.

Tim juri juga memperhatikan kamahiran dalam memvisualisasikan gagasan. Ada ciri lain yang segera terlihat pada website ini yaitu pada segi interaktivitasnya, jadi user tidak dibiarkan pasif namun aktif leluasa merespon tools interaktif yang disedikan di layar website, walaupun memang ada beberapa yang membuat kita pasif. Seperti kepunyaan Chang pada judul Heavy Industries misalnya, yang hanya membuat berbagai teks bernada provokasi secara bergantian dispay-nya. Atau pada judul Potatoland, karya seni dengan efek kolase dari website-website komersil. Bagaimana dengan penilaian Anda sendiri?

Tulisan ini pernah diterbitkan di newsletter Surat YSC (Yayasan Seni Cemeti) Volume.12

Advertisements

About this entry