[Art Review]Mendedah Online Art : Upaya Penelusuran

Multimedia Art Asia Pasifik
http://www.maap.org.au

Oleh: A. Sudjud Dartanto

Situs dari Australia ini memang dikhususkan bagi pecandu seni multimedia. Isinya melulu tentang aktivitas dan eksperimentasi karya seni lewat new media. Termasuk perkembangan online art, cukup serius dan banyak hal baru yang bisa didapat.

Anda bisa bisa check in dulu ke situs MAAP, setelah itu cobalah klik situs Young-hae Chang atau langsung browse ke http://www.yhchang.com, kemudian pilih beberapa menu hyperlink disitu. Salah satu yang pernah saya coba adalah situs dengan format flash yang muncul dengan kelebatan teks dengan huruf kapital yang cepat silih berganti. Situs ini memang mirip iklan komersial, tapi sesungguhnya website ini adalah salah satu karya seni online yang mendapat anugerah SFMOMA Webby Awards for Art. Chang memang seorang online artist, sebuah predikat baru bagi seniman yang menggunakan media web di internet. Walau dengan tenggat waktu (loading time) yang lumayan lama untuk koneksi dial-up, Website ini paling tidak menjadi semacam contoh bentuk karya seni online. Dalam wawancaranya dengan Yukiko Shikata – kurator dari Canon Art Lab, Chang mengatakan, menggunakan media web membuatnya bisa mengekspresikan gagasannya secara efektif dan provokatif.

Situs MAAP ini, selain menampilkan rubrik wawancara yang membahas utuh web karya artists yang dipilih, juga disediakan ragam pilihan rubrik lainnya seperti Festival Program dan Online Projects, berisi program festival dan presentasi online. Writers Archive, berisi tulisan ahli multimedia dan lain-lain. Anda bisa mengakses kompilasi transkrip dan tulisan sejumlah hasil konferensi multimedia yang pernah dibuat. Misalnya dibahas sebuah topik Art to Art – Bits to Bits: All for Digital – Digital for All oleh Sam de Silva. Selain itu, situs MAAP ini juga menampilkan beberapa proyek yang dibuat dalam tahun 1998 hingga 2001.

Internet yang mulanya digunakan untuk keperluan riset dan pertahanan keamanan di Amerika Serikat, sekarang semakin populer dimana-mana. Lihat saja sejumlah warung internet (warnet) yang semakin menjamur. Enaknya, media ini dapat diakses oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Bagi para pecandu ekperimentasi seni di internet agaknya bakal menjumpai berbagai hal baru saat mencumbui media ini. Misalnya, bukan lagi kanvas atau bahan trimatra yang menjadi obyek garapanya, tapi akan berurusan dengan sejumlah ‘rumus-rumus’ html, bahasa pemograman seperti javascript, visual basic, html dan lain-lain.
Kelihatannya online art hadir sebagai media yang menjanjikan dan memudahkan, namun media ini juga tak lepas dari masalah, misalnya tentang definisi dan predikat buat ‘pemain’ seni di internet ini. Mana yang betul, net artist, online artist, web artist, atau cyber artist? Kemudian juga beberapa kesulitan yang timbul oleh akses yang lambat pada daerah yang infrastruktur teknologi informasinya lemah. Lepas dari itu tentunya media internet bisa menjadi pilihan bagi siapa saja yang ingin bereksperimen.

Situs MAAP, dikenal sebagai organisasi nirlaba yang aktif dalam mempromosikan dan melaporkan perkembangan seniman internet dan isu mutakhir tentang online art. MAAP juga menjadi mitra event seni international seperti “Triennal” di Queensland Art Gallery. Dalam mendukung kegiatannya, MAAP ini juga menjalin kerjasama dengan lembaga advokasi seni dan produsen perancangan visual – seperti macromedia. Dan lembaga pendidikan dan perusahaan multimedia seperti Choice Connections, Brisbane Powerhouse Centre for the Live Arts The new and stunning space dan ANAT (the Australian Network for Art & Technology).

Fenomena merebaknya eksperimentasi seni dengan media internet walhasil bisa menjadi peluang dan tantangan. Walau tergolong sebagai new media, media ini nyatanya cukup efektif dan ringkas dalam usaha mempromosikan karya seni. Setelah sukses menggelar festival di tahun 2001 dengan tema SEE… SEEK… SPEAK…, tahun ini MAAP akan mengadakan festival bertajuk EXCESS, dengan sejumlah bentuk presentasi website, CD-ROM, video, dan new media lainnya pada tanggal 12-14 Oktober 2001 mendatang.

Tulisan ini pernah diterbitkan di newsletter Surat YSC (Yayasan Seni Cemeti).

Advertisements

About this entry